Pameran CEMAT SOUTHEAST ASIA 2018 Hadir Dengan Format Baru

Advertisement

Pameran CEMAT SOUTHEAST ASIA 2018 Hadir Dengan Format Baru – Indonesia saat ini telah menjadi pasar yang sangat potensial di kawasan ASEAN khususnya untuk pusat pengembangan dan percontohan di sektor e-commerce dan derivatifnya. Hal tersebut berkat adanya perkembangan penyerapan teknologi digital, komunikasi dan informasi (ICT) di Indonesia yang begitu cepat dalam satu dekade ini.

Dari kiri kekanan Ketum ARPI Hadanuddin Yasni, Ketum ALFI Yukki N Hanafi, Sekjen ALI Mahendra Rianto, Ketum Aptrindo Gemilang Tarigan, Direktur Debindo Budiarto Linggowijono, Executive Director Aptrindo Yohannes Purba

Penggerak ekonomi terbesar di Indonesia adalah Consumer Spending, sebesar 4.3% atau 55% kontribusinya terhadap perkembangan Produk Domestik Bruto (GDP) (data dari World Bank dan AT.Kearney). Ada juga data riset yang mengungkapkan bahwa industri logistik Indonesia diperkirakan akan berkembang 15,4 persen pada 2020 ( sumber : Frost & Sullivan).

Yang mendorong pertumbuhannya termasuk dari sektor konektivitas perdagangan maritim yang makin membaik, dikarenakan lokasi geograti yang stratedis untuk perdagangandunia, serta meningkatnya berdagangan berbasis e-commerce.

Dengan demikian tantangan jangka pendek berikutnya adalah mempersiapkan Rantai Pasok , Internal serta eksternal Logistik (Supply Chain and Logistics) pendukung era Industri 4.0, guna memenuhi kecepatan “kebutuhan” (Demand) tersebut. Atau yang saat ini dikenal sebagai Supply Chain and Logistics 4.0. Kehadiran era ke 4 tersebut sulit terhindarkan dan Indonesia harus segera beradaptasi terhadap teknologi ikutannya.

Sudah terbukti bahwa Supply chain & Logistics management 4.0 membuat disrupsi teknologi yang begitu cepat dan menjadikan perusahaan-perusahaan yang ada, harus keluar dari zona nyaman. Sehingga tindak lanjutnya adalah kesiapan adaptasi terhadap teknologi baru, di mana manusia akan lebih mengoptimalkan fungsi intelegensi strategis dan dibantu intelegansi artifisial (Artificial Intelligent/AI), serba internet (Internet of Thing/IoT) untuk mendapatkan skala produksi yang tinggi (Scale Up) serta memenuhi peningkatan efisiensi yang eksponensial.

Dari hal tersebut diatas,  Deutsche Messe dan Debindo Bersama dengan mitra strategis Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), dan Asosiasi Pengusahan Truk Indonesia (APTRINDO) menyelenggarakan event CEMAT SOUTHEAST ASIA 2018, IndoTranslog, IndoColdchain dan IndoTruck. 

CEMAT SOUTHEAST ASIA 2018 merupakan gelaran produk-produk pendukung industry 4.0 serta konferensi  tentang Rantai Pasok dan Logistik era 4.0 (Supply Chain and Logistics 4.0), Rantai Pasok Dingin serta Keamanan Pangan & Halal (Cold and Halal Supply Chain) yang akan mengkolaborasikan nara-nara sumber dari Indonesia dan manca negara.

Event pameran ini akan berlangsung selama lima hari dimulai pada tanggal 2 – 6 Mei 2018 bertempat di Indonesia Convention Exhibition – BSD Grand Boulevard Raya No.1, BSD City, Pagedangan, Tangerang, Banten 15339.

Acara ini adalah yang ke-2 kalinya di Indonesia yang akan menambah fokus industrinya yaitu IndoTranslog, IndoColdchain dan IndoTruck dengan tema “Connectivity for Indonesia and Beyond”. Format baru ini diperkirakan akan menarik lebih dari 200 peserta pameran dengan luas area 1.169 meter persegi.

Dalam acara tersebut akan menampilkan rack and warehousing systems, cranes and lifting equipment, complete logistics systemsaccess
platforms, auto ID systems, robotic logistics solutions, transport infrastructure, transport vehicles, serta layanan cold logistics, cold delivery dan cold strorage, packaging technology dan industrial trucks, serta layanan jasa logistik seperti freight forwarding, terminal operation. Pengunjung acara yang akan datang, diharapkan dari seluruh negara-negara Asia Tenggara.

Yukki Hanafi – Ketua Umum ALFI dan AFFA (ASEAN Federation of Forwarders Association) menyampaikan bahwa kondisi logistik Indonesia semakin membaik, namun bila disandingkan dengan kondisi di negara-negara ASEAN masih tertinggal karena mereka berkembang lebih cepat, sehingga diperlukan akselerasi pembangunan infrastruktur dan kepelabuhanan yang lebih signifikan. Pernyataan tersebut disampaikan saat acara Press Conference CTCT 2018 di Jakarta, Jumat 6 April 2018, yang dihadiri para pimpinan asosiasi pendukung CTCT 18.

CeMAT Southeast Asia, IndoTranslog, IndoColdchain dan IndoTruck ini didukung oleh organisasi bisnis dan pemerintahan di Indonesia seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Maritim Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Badan Usaha Negara, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kamar Dagang Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Indonesia, Asosiasi Forwaders Asean (AFFA), Gabungan Pengusaha Maknan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Asosiasi Pengusaha Tekstil (API), Himpunan Kawasan Industri Indonesia serta Federasi Penanganan Material Eropa (FEM) dan Federasi Teknik Jerman (VDMA).

Di acara nanti juga akan digelar konferensi dengan tema aktual dan sangat relevan dengan trend perkembangan industry Supply-Chain, Logistics & Transportation yaitu “Supply Chain Digitizing Platform in Industry 4.0”.

Advertisement

ARTIKEL TRUK & BUS LAINNYA

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pameran CEMAT SOUTHEAST ASIA 2018 Hadir Dengan Format Baru"